Senin, 17 September 2012

JADILAH GURU ISTIMEWA


Seringkali kesibukan sekolah didominasi oleh kegiatan kognitif atau akademik. Sehingga menyisakan sedikit perhatian untuk praktik - praktik berperilaku. Padahal jika guru mampu merawat interpersonal dan intrapersonal yang ada di sekolahnya, itulah cara cepat meraih kesuksesan di bidang akademik.Ilustrasi di atas membuktikan bahwa kesuksesan di bidang akademik bersumber dari hati. Hati yang senang akan mampu menyelesaikan tugas - tugas akademik dengan baik. 
Ada beribu cara  yang patut untuk merawat hubungan interpersonal dan intrapersonal dengan murid - murid kita. Mereka tidak akan peduli seberapa besar kepedulian kita kepada mereka, hingga mereka tahu sendiri seberapa jauh kita telah melakukannya untuk mereka... 
Guru sebagai seorang Entertainer
Seorang guru harus dapat menghadirkan diri di hadapan anak - anak didiknya sebagai seorang "penghibur".  Seorang penghibur yang siap menghdapi suasana emosi anak, yang pintar membaca perasaan anaknya. Apakah anak didiknya sedang bosan,capek, lelah, kepanasan, sedih, kecewa, putus asa dan sebagainya. 
Tampilkan Diri semenarik mungkin 
Berpakaianlah dengan rapi, bersih, dan sopan. Bagi guru wanita, mestinya berdandan dengan pakaian warna- warna cerah, menggunakan aksesoris atau warna sepatu yang serasi, berkerudung yang rapi dan menawan, adalah bukan suatu masalah untuk tampil menarik di hadapan anak - anak didik tercinta.
Semuanya terletak pada keinginan guru untuk dapat hadir sebagai seorang guru istimewa di hadapan anak - anak yang juga sangat istimewa baginya.
Pintar bercerita 
Hendaknya memilih cerita - cerita yang berkarakter,sehingga anak - anak dapat larut dalam emosi yang sehat. 
Menghadirkan suasana yang nyaman sangat tergantung pada kemampuan guru dalam bercerita, warna suara,penjiwaan, dan ekspresi wajah guru . Guru yang pintar bercerita akan memicu perasaan anak seketika ke alam fantasi dan imajinasi yang dibutuhkan untuk menajamkan perasaan berpikir. Alangkah senangnya ketika anak - anak tertawa, sedih, sebel,kesal, marah, dan timbulnya ingin tahu yang sangat besar.
Melalui cerita - cerita berkarakter inilah diharapkan timbul perilaku proporsional, empati, dan sebagainya yang akan membangun karakter, akhlak, budi pekerti dalam diri anak - anak didik.
Pintar bernyanyi
Rasanya menyanyi bukanlah hal yang sukar. Namun jarang sekali ada seorang guru yang mau jadi penyanyi buat anak - anak didiknya. Jadikan hari - hari di kelas sebagai hari - hari ceria dengan bernyanyi bergembira saat suasana mulai membosankan hati anak - anak.
Pintar berpuisi
Dalam berpuisi dibutuhkan ekspresi total mulai dari mimik wajah, alunan suara, dan gerakan tubuh. Diharapkan guru dapat mengajak anak didik untuk membuat puisi sendiri sesuai dengan keinginan dan kemampuan mereka masing - masing.
Pintar menari
Guru pintar menari tidaklah mutlak. Namun minimal memiliki gerakan tubuh yang luwes, supel, lentur, sehingga dapat harmoni menyesuaikan diri dengan gerakan anak - anak didik mereka yang dinamis.
Pintar memainkan alat musik
Akan sangat mengagumkan apabila seorang guru mampu memainkan alat - alat musik sederhana seperti meniup seruling,puput serunai batang padi, memukul rebana atau memetik gitar.
Rasanya belumlah terlambat jika mulai sekarang guru - guru berlatih sedikit cakap bermain musik, dan tidak perlu jago - jago amat.
Jika semua guru sudah dapat menguasai beberapa hal di atas, maka itulah magnit yang akan menarik hati dan kekaguman anak kepada gurunya, sehingga membuat murid - muridnya rindu untuk bertemu dengan gurunya.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar